SELAMAT DATANG

Puisi cinta

Biarlah kata-kata yang menemaniku setiap malam hingga pagi buta menjelang. bersama setan-setan
jalang menghentak setiap nurani orang-orang yang katanya beriman itu. bertanya kenapa anda hidup
dan untuk apa hidup bagai buir yang menjadi batas imajiner debur ombak degan pantai.  buih yang
mengisi lobang-lobang karang yang diterpa gelombang. masihkah nurani betahan diantara sisa-sisa debur kehidupan yang tak bertuan. adakah hal yang bertanya tentang maknawi jiwa-jiwa yang terluka.

biarlah kata yang menemaniku membelah setiap luka yang tak pernah ada. kututup kutambal dengan
kata yang terjuntai nurani kata tanpa suara. mendekatlah kini sayang, dimana kau berada.adakah kau
berada dalam pelukan keabadian maut yang mengancam, ataukah dalam pantauan izrail yang rama,
ataukah izrail tampak garang dihadapanmu. rindukan izrail seperti merindukan kedatangan kekasih
menyapa setiap menjelang tidur.

mari sentuh tanganku karena kata tak pernah bicara. atas nama penghianat dan kesetiaan. karena
sesungguhnya penghianat  terbesar adalah dan kesetiaan paling hakiki adalah  sebuah keberanian.
kita yang setia sesungguhnya adalah sebuah keberanian untuk menghianati perasaan kita sendiri
demi kepercayaan orang lain.  dan kita yang berhianat sesungguhnya adalah para pemberani untuk
menghinati sebuah kepercayaan demi egisme pribadi.

malam yang mengancam degan kata-kata yang tajam, menghujam. angkat tangan kita katakan tidak
pada ketidakadilan. kenapa dia bisa makan sedangkan banyak yang kelaparan. katakan  dengan diam
dikala lidah kelu dan biarkan kata terungkai dengan kaku, merambah dunia yang rindu, rindu pada
kelambu, yang menutupi hati dari debu. kelambu kusam yang kian menghitam.

aku rindu melihatmu tersenyum seperti kerinduanku melihatmu menangis, bersyukurlah kau masih bisa menampakan emosimu.  karena aku lupa bagaimana cara menangis dan tertawa. rindu bagaimana
kita bercengkrama dalam tema, saling mejaga bahu ditengah lika.  kini dimana rindumu, tak ada lagi kau disampingku. hanya ada kata-kata malam yang menemani dingin malam yang bisu.


Tidak ada komentar: